— Feature 24 April 2026

Perbedaan Bahasa Pemrograman Compiled dan Interpreted: Studi Kasus Go dan PHP

Artikel ini menjelaskan perbedaan fundamental antara bahasa pemrograman compiled dan interpreted, serta mengulas contoh nyata melalui bahasa Go dan PHP untuk membantu mahasiswa memahami implikasi teknis dan praktisnya.

Jenderal Software

— Oleh

Jenderal Software

1 menit baca

Pengantar

Dalam dunia pemrograman, istilah compiled language dan interpreted language sering muncul dan menimbulkan pertanyaan bagi mahasiswa baru. Memahami perbedaan keduanya penting untuk memilih alat yang tepat dalam pengembangan perangkat lunak.

Compiled Language

Bahasa yang compiled memerlukan proses kompilasi terlebih dahulu, yaitu mengubah kode sumber menjadi kode mesin yang dapat dijalankan langsung oleh CPU.

  • Proses: Kode sumber → Compiler → Binary (executable)

  • Kelebihan: Eksekusi cepat, optimasi performa, independen terhadap runtime interpreter.

  • Kekurangan: Waktu kompilasi, kebutuhan platform spesifik untuk binary.

Interpreted Language

Bahasa yang interpreted dijalankan oleh sebuah interpreter pada saat program dieksekusi, tanpa menghasilkan binary yang terpisah.

  • Proses: Kode sumber → Interpreter → Eksekusi baris per baris

  • Kelebihan: Pengembangan cepat, portable, tidak memerlukan proses build terpisah.

  • Kekurangan: Kecepatan eksekusi biasanya lebih rendah, tergantung performa interpreter.

Studi Kasus: Go vs PHP

Go (Golang)

Go adalah bahasa yang compiled. Kode Go dikompilasi menjadi binary statis yang dapat dijalankan di berbagai sistem operasi tanpa ketergantungan runtime tambahan.

  • Kecepatan: Sangat cepat karena kode sudah berada dalam bentuk mesin.

  • Deployment: Cukup mendistribusikan file binary.

  • Penggunaan: Cocok untuk layanan backend yang menuntut performa tinggi.

PHP

PHP merupakan bahasa interpreted yang biasanya dijalankan oleh web server melalui modul atau CGI.

  • Kecepatan: Lebih lambat dibanding compiled language, namun peningkatan melalui opcode cache (misalnya OPcache).

  • Deployment: Memerlukan server dengan interpreter PHP terinstal.

  • Penggunaan: Populer untuk pengembangan aplikasi web karena kemudahan integrasi dengan HTML.

Perbandingan Ringkas

Aspek

Compiled (Go)

Interpreted (PHP)

Waktu Eksekusi

Rendah (nanosecond)

Lebih tinggi (micro‑second)

Proses Build

Perlu kompilasi

Tidak perlu

Portabilitas Binary

Terbatas pada OS target

Sangat portable (hanya butuh interpreter)

Penggunaan Memori

Biasanya lebih efisien

Lebih tinggi karena interpreter

Kesimpulan

Baik compiled maupun interpreted language memiliki keunggulan dan keterbatasan masing‑masing. Pilihan antara Go dan PHP harus didasarkan pada kebutuhan proyek: performa dan deployment sederhana mengarah ke Go, sementara fleksibilitas dan kecepatan pengembangan web lebih cocok dengan PHP.

— Selanjutnya

Tulisan terkait.